Kesalahan Saat Memarahi Anak – Mendidik dan membesarkan anak
bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Penerapan pola asuh yang keliru dapat
mempengaruhi perilaku anak. Oleh karenanya, orang tua penting untuk
memperhatikan prinsip parenting agar
dapat membentuk karakter positif pada anak.
Seiring dengan pertumbuhan anak,
akan ada masa dimana anak membuat kesalahan yang dapat memicu amarah dari orang
tua. Sebagai orang tua yang baik, anak yang berbuat salah memang perlu ditegur
untuk memberikan pemahaman bahwasannya tindakan yang dilakukan salah.
Namun, saat memarahi anak, orang
tua seringkali keliru. Beberapa sikap yang diambil orang tua untuk memarahi
anak menjadi cara yang justru keliru dan dapat melukai perasaan anak. Hal ini
dapat memengaruhi karakter anak di kemudian hari.
Untuk menghindarinya, Moms perlu
mengetahui kesalahan yang sering terjadi saat memarahi anak. Selain untuk
mencegah perasaan anak yang terluka, hal ini juga penting untuk membangun
karakter positif pada anak Anda di masa mendatang.

4 Kesalahan Saat
Memarahi Anak yang Sering Dilakukan Orang Tua
Agar Anda terhindar dari
kesalahan-kesalahan dalam memarahi anak, berikut ini 4 jenis kesalahan dalam
memarahi anak saat membuat kesalahan. Yuk, simak bersama ulasan berikut ini,
Moms!
Memarahi di Depan Orang Banyak
Beberapa orang tua tidak segan
untuk memarahi anak di depan banyak orang. Sama halnya dengan kita yang merasa
malu saat dimarahi di depan umum, anak pun akan merasa malu jika dimarahi saat
berada di depan umum. Hal ini akan membuat anak merasa terluka dan tidak
mendengarkan nasihat yang diberikan.
Untuk mengatasinya, pastikan
bahwa Anda mencari tempat yang terjaga privasinya saat akan menegur anak atas
kesalahan yang diperbuat. Hal ini dilakukan agar anak dapat menerima nasihat
tanpa merasakan sakit hati ataupun malu karena merasa dipermalukan di depan
banyak orang.
Membentak saat Marah
Bersabar memang tidaklah mudah.
Seringkali orang tua lepas kontrol dan membentak anak yang membuat kesalahan.
Namun, jangan sampai membentak anak saat memarahi si kecil ya, Moms. Selain
dapat mempengaruhi psikologisnya, anak juga akan merasa takut dan tidak terbuka
dengan Anda.
Hal ini dapat membuat hubungan antara
orang tua dan anak jadi semakin renggang dan berjarak. Pengalaman dibentak dan
dimarahi akan membekas dalam psikologis anak dan membuat mereka merasa takut
untuk lebih dekat dengan Anda.
Mengucapkan Kata Kasar
Saat memarahi anak, Anda juga
tidak boleh mengucapkan kata kasar. Hal ini karena kata-kata yang Anda
lontarkan dapat membekas di hati anak. Selain itu, anak juga dapat meniru apa
yang Anda lontarkan padanya sehingga berpotensi merusak etika anak kepada orang
lain.
Melakukan Kekerasan Fisik
Jika membentak saja sudah
berpotensi melukai psikologis anak, melakukan kekerasan fisik saat memarahi
anak juga dapat berdampak buruk bagi mental dan psikologis anak. Bukan hanya
melukai psikologisnya, anak juga berpotensi melakukan hal yang sama kepada orang
lain, sehingga kesalahan yang satu ini sangat penting untuk dihindari.

Untuk menghindari
kesalahan-kesalahan tersebut saat memarahi anak, Moms bisa lebih mengontrol
diri saat akan memarahi atau menegur anak. Anda bisa tetap tegas tanpa harus
melakukan hal yang berlebihan seperti yang telah disebutkan di atas.
Moms bisa menyampaikannya dengan
cara yang benar dan memberikan alasan mengapa hal yang dilakukan anak menjadi
hal yang salah dan tidak boleh dilakukan. Dengan sikap yang baik, anak akan
lebih terbuka dan menerima nasihat dengan lebih baik.
Butuh info kehamilan & parenting lainnya yang penting untuk
Anda dan keluarga? Anda dapat berkunjung ke website Bestmom.id yang menyediakan berbagai info kehamilan & parenting terlengkap. Semoga informasi
mengenai kesalahan saat memarahi anak ini bermanfaat untuk Anda ya Moms! (FIY)